Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

BAGAIMANA CARA AGAR DIPENUHI ROH KUDUS?

Problem Anda Teologi
Pdt. Dr. Ir. Mangapul Sagala

    Shalom, Pak Pendeta.
    Saya seorang mahasiswi yang aktif dalam persekutuan kampus. Saya ingin sekali dipenuhi Roh Kudus, bagaimana cara dan langkah-langkahnya?

    Shinta di Yogyakarta

    Jawaban:

    Shalom juga Shinta yang terkasih. Senang sekali mengetahui bahwa kau aktif di persekutuan kampus. Kiranya persekutuan di kampusmu memiliki pengajaran yang baik. Masalahnya, bicara soal Roh dan kepenuhan Roh, pengajarannya sering tidak benar. Sebagai contoh, pernah terjadi satu persekutuan jadi kacau karena memaksakan bahasa lidah (bahasa roh) sebagai tanda kepenuhan Roh. Padahal, itu tidak benar.

    Dalam buku saya yang berjudul Roh Kudus dan Karunia Roh (Perkantas, Jakarta) sudah saya bahas tentang berbagai aspek yang berhubungan
    dengan judul buku tersebut.
    Pertama, apa yang dimaksud dengan dipenuhi Roh? Itu bukan berarti kita
    memiliki Roh Kudus dan mampu mentransfer Roh itu kepada orang lain, sebagaimana dipahami oleh kelompok tertentu. Dengan sedih kita mendengar pengkhotbah tertentu mengatakan, “Kami melepaskan Roh Kudus dan kuasa Roh Kudus kepada saudara-saudara…” Pernyataan yang menyesatkan itu perlu ditinggalkan. Kepenuhan Roh sesungguhnya berhubungan dengan kondisi seseorang bahwa ia benar-benar dimiliki oleh Roh Kudus. Artinya, seluruh pribadi, pikiran, emosi, dan kemauannya
    berada dalam kondisi dikendalikan dan dikuasai Roh Kudus (bandingkan
    Galatia 5:22-23).

    Lalu, bagaimana mengalami hal itu? Kita juga harus hati-hati. Seseorang
    dipenuhi Roh bukan karena suatu upacara. Hal itu tidak diperoleh dengan
    cara pendeta menumpangkan tangan ke atas seseorang yang ingin dipenuhi.
    Dalam buku saya (halaman 87-94) saya menulis lebih detail tentang kepenuhan Roh. Di sana saya tegaskan bahwa rasul-rasul pun tidak pernah melakukan hal itu. Alkitab mengajarkan bahwa seseorang dipenuhi Roh (lihat kata dipenuhi yang bersifat pasif) bukan karena upacara, juga bukan oleh rasulrasul, tetapi oleh Tuhan Yesus sendiri. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan oleh orang percaya? Menyediakan diri untuk siap dipenuhi Roh. Untuk itu, dituntut iman, penyerahan, ketaatan, dan hidup kudus di hadapan-Nya. Dengan kondisi penyerahan seperti itu, Tuhan secara bebas memenuhi orang tersebut dengan Roh Kudus. Hal itu bisa
    terjadi saat rasul-rasul menumpangkan tangan, tetapi juga bisa terjadi sebelum dan setelah penumpangan tangan. Dalam hal tersebut, Allah berdaulat.

    Akhirnya, kita bisa bertanya, “Apa tanda-tanda bahwa saya sudah dipenuhi Roh?” Dalam hal ini pun harus hati-hati. Tanda-tanda dipenuhi Roh bahasa lidah. Masalah bahasa lidah sudah saya bahas secara khusus pada buku saya (bab 3), di mana tanda itu tidak bersifat mutlak. Dalam
    kenyataannya, banyak umat tidak berbahasa lidah meskipun dipenuhi Roh. Sebaliknya, Dr. Billy Graham menulis bahwa ada yang berbahasa lidah, padahal hidupnya tidak benar. Lalu apa tanda yang seharusnya dimiliki
    oleh orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus? Rasul Paulus menyebutkan
    beberapa hal berikut: kerinduan memuji Tuhan, memiliki hubungan yang baik dengan sesama, hidup kudus, dan kerinduan bersaksi (Efesus 5:18-
    21). Jadi, orang yang dipenuhi Roh Kudus, di kampus, misalnya, ia tidak
    akan menganut free love dan free sex, juga tidak mencontek. Dalam konteks berkeluarga, ia akan setia kepada suami dan istri. Dalam konteks bernegara, orang itu akan bekerja dengan bertanggung jawab, sudah pasti tidak akan korupsi, bahkan akan mendukung gerakan KPK. Apakah itu mutlak? Tentu saja.

    Demikian jawaban saya, kiranya menjadi berkat buat Shinta dan semua pembaca BAHANA. Salam hangat.

Leave a Reply