Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Viral Video Penatua GKJW Simomulyo Surabaya: Kasih Tuhan Menjelang Ajal




Surabaya, eBahana

Benar adanya mengenai sebuah kutipan terkenal yang diucapkan oleh Santo Augustinus, yang adalah seorang uskup dan pujangga gereja dari Hippo Regius (sekarang Annaba, Aljazair), “Qui cantat, bis orat.” Ia mengatakan bahwa: “Ia yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali.”

Dengan kata lain, sebuah lagu pujian yang diucapkan dengan kata-kata sekaligus juga dihayati dalam kesatuan harmoni antara pikiran dan perasaan, karena itu dia yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali. Inilah rahmat Tuhan yang juga turun kepada salah seorang Majelis Jemaat Penatua yang juga merangkap sebagai Wakil Ketua Komisi Pembinaan Theologia GKJW Jemaat Simomulyo Surabaya, Edward Williams Kakisina.

Kasih Tuhan Menjelang Ajal

Orang mengenalnya sebagai Opa Edward (65 tahun). Dalam video viral yang berdurasi 2 menit 17 detik tersebut, Opa Edward tengah menyanyikan lagu Amazing Grace diiringi permainan keyboard. Ketika sudah bernyanyi dua bait lagu, Opa Edward yang sepertinya sudah tidak bisa menahan sakit tiba-tiba jatuh terhuyung ke depan menabrak standbook. Spontan jemaat gereja turut membantu beliau untuk berdiri. Namun karena kondisinya yang tidak sadar, Opa pun segera dilarikan ke RS dengan ambulans. Sayangnya dalam perjalanan, Opa Edward menghembuskan nafas terakhirnya.

Opa Edward dikenal sebagai sosok yang baik dan tekun dalam pelayanannya. Pemilik suara emas yang mirip dengan penyanyi Broery Marantika & John Tanamal ini kerap mempersembahkan pujian sewaktu ibadah minggu maupun ibadah hari raya khusus. Opa Edward juga hampir tidak pernah absen untuk menjalankan tugasnya sebagai “pencawis” pelayan firman ibadah minggu dan pelayan firman ibadah kelompok setiap minggunya.

Dalam akhir hidupnya, sosok Opa Edward yang keras ini ternyata juga dikenal dermawan dan perhatian kepada orang lain yang kurang mampu. “Beliau sering membantu warga yang kurang mampu dengan memberi uang sekolah, memberi uang jajan bulanan, dll. Tapi semua itu beliau lakukan tanpa ada orang yang tahu. Kami semua mengetahuinya ketika beliau sudah tidak ada,” kenang Kris Satya Wahyu, salah satu jemaat GKJW Simomulyo, ketika dihubungi redaksi eBahana Senin (10/06/2019) kemarin.

Kematian, Sudahkah Kita Siap?

Merujuk kepada peristiwa Opa Edward yang meninggal mendadak sewaktu menjalankan tugas mulia dalam pelayanannya memuji Tuhan, sungguh membuat kita juga kembali merenungkan, sudahkah kita siap menghadapi kematian kita?

Ini merupakan pertanyaan yang mudah dijawab dengan mulut namun sebenarnya tidak semudah itu, jika itu melibatkan segala konsekuensinya. Sebab walaupun kita telah memperoleh janji keselamatan dan kehidupan kekal, namun kita harus memperjuangkannya selama kita masih hidup di dunia ini, agar kita dapat menerimanya (Filipi 2: 12).

Apakah kita telah sungguh mengenal Allah dan mengimani Kristus? Apakah kita telah mengasihi Tuhan dengans egenap hati kita? Dan mengasihi sesama demi kasih kita kepada Tuhan?

Apakah kita telah merindukan persatuan dengan Tuhan dan kehidupan surgawi yang Tuhan janjikan? Apakah kita mau hidup dalam pertobatan terus menerus sampai pada akhir hidup kita?

Ada baiknya semua pertanyaan itu terus direnungkan dalam hati kita, agar kita mengingat bahwa hidup kita di dunia ini adalah sementara. Tuhan telah mempersiapkan kehidupan yang kekal bagi orang-orang percaya. Mari senantiasa berdoa agar kita setia dalam iman, pengharapan dan kasih, sehingga pada saatnya nanti kita melihat penggenapan firman ini. Seperti yang sudah dilakukan Opa Edward, tetap setia dalam kasih Tuhan dan memuji nama-Nya hingga akhir hidupnya. (dbs,MK)



Leave a Reply