Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Unit Tiga Sektor Siloam Jemaat GPM Rehoboth Rayakan Natal Kristus

Ambon, eBahana

(Catatan: Joanny F. M. Pesulima-Jurnalis Freelance)

Persekutuan Unit Tiga Sektor Siloam Jemaat Gereja Protestan Maluku(GPM) Rehoboth merayakan Natal Kristus di rumah salah satu anggota unit, tidak menggunakan tenda atau gedung besar lainnya, dengan maksud memaknai tema Natal “Berilah Tempat Bagi Yesus Dalam Rumahmu”, melambangkan kesederhanaan untuk Yesus berdiam selamanya. Hal ini disampaikan koodinator sekaligus penanggungjawab kegiatan Natal, Diaken Esaf Malioy kepada eBahana via selulernya kemarin (11/12/18).

“Kami melakukan ibadah di rumah anggota unit, sebagaimana mewujudkan arti dari tema Natal yang tahun ini diturunkan oleh Sinode GPM, agar dapat dimaknai oleh seluruh anggota unit di sektor Siloam ini,” jelasnya.
Natal ini, lanjut Malioy di pimpin oleh Pdt. Mei Mailuhu, S.Th, dan dalam khotbahnya yang diangkat berdasarkan kitab Lukas 2:1-7, Mailuhu mengaplikasikan kehidupan di Betlehem saat itu dengan kehidupan jemaat sekarang ini.

Menurut Mailuhu saat di mana semua tempat sudah terisi penuh, tidak ada lagi tempat bagi Yesus, dan seandainya dapat dibayangkan saat itu jika orang-orang di Betlehem tahu siapa yang datang di antara mereka, dan andai mereka mengingat nubuatan nabi Mikha yang menyatakan, “Tetapi hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagimu seseorang yang akan memenuhi Israel yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala,” mungkin mereka (baca: orang Betlehem), menyediakan tempat bagi Yusuf dan Maria, supaya bisa melewati proses persalinan itu dengan baik. Dikatakan pula oleh Mailuhu, tapi ternyata karena kerepotan bisnis membuat ingatan mereka menjadi hilang, kewaspadaan mereka menjadi turun sampai di titik nol, sehingga tidak ada yang rela membagi tempat dengan Yusuf dan Maria.

Jika mencerna dari sisi iman kehidupan kita sebagai orang percaya, maka apa yang terjadi sebenarnya di Betlehem saat itu ketika semua orang sibuk dengan kepentingannya, mereka bahkan tidak punya waktu mempersiapkan diri menyambut Yesus dan mungkin saja ini yang menjadi bagian dari kondisi orang percaya saat ini, dan mungkin juga kondisi yang terjadi di Betlehem terjadi atas kehendak Allah untuk menunjukkan sikap Betlehem itu menjadi sikap kondisi sepanjang abad terhadap Tuhan.

“Acara Natal ini didampingi juga oleh Penatua E. Sapulette, dan dimeriahkan oleh anggota unit dengan talent mereka, melalui suguhan puji-pujian Natal sebagai ungkapan syukur,” demikian kata Malioy.
(JFMP)

Leave a Reply