Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Tuai Emas di Asian Games 2018, Jonatan Berlimpah Syukur

Puji Tuhan, puji Tuhan, puji Tuhan…

Dua kata itulah yang sering diungkapkan atlet Jonatan Christie ketika selesai memenangkan pertandingan demi pertandingan seraya membuat tanda salib. Keberaniannya untuk berucap syukur seperti itu di depan publik maupun saat diwawancarai media massa adalah sebuah perwujudan syukur atas penyertaan dan pemeliharaan Tuhan dalam setiap laga bulu tangkis yang dilakoninya selama perhelatan Asian Games 2018.

Pebulutangkis yang akan berusia 21 tahun pada 25 September mendatang ini menyumbang medali emas ke-23 bagi Indonesia setelah mengalahkan atlet unggulan keempat dunia, Chou Tien Chen asal Taiwan, dengan duel ketat lewat rubber game,  21-18, 20-22, 21-15 dalam final di Istora Senayan Jakarta, Selasa siang (28/08/2018) lalu. Karena hasil final itu, Jonatan berhasil mengulang prestasi medali emas di nomor tunggal putera yang sebelumnya diraih Taufik Hidayat saat Asian Games 2006 di Doha, Qatar. Medali emas itu turut melengkapi gelar Jonatan di kejuaraan multievent sekaligus menyambung kembali kejayaan Indonesia di nomor tunggal putera. Dua event Asian Games terakhir, nomor ini dirajai oleh China.

Sumber : Instagram @jonathanchreistie

Tidak Diunggulkan Sejak Awal, Tapi Menyanjung Lawan

Sebetulnya dalam laga bulu tangkis nomor tunggal putera Asian Games 2018 ini Jonatan termasuk jajaran atlet yang tidak diunggulkan awalnya. Jonatan sangat bersukacita dengan emas yang diperolehnya meski sampai kini dia masih tak percaya dan tidak menyangka. Jonatan meyakini ini merupakan berkat Tuhan untuknya, memulai laga tanpa status unggulan tapi diperkenankan mengakhiri sebagai juara.

“Puji Tuhan terima kasih dapat emas hari ini. Saya tak menyangka dapat medali emas di Asian Games karena ini multievent se-Asia dan notabene pemainnya adalah pemain unggulan dan paling banyak di Asia. Jujur saya tak menyangka, saya percaya ini berkat Tuhan untuk saya,” kata Jonatan dalam jumpa persnya, dilansir dari sport.detik.com (28/08/2018).

Bukan hal mudah bagi Jonatan untuk bisa mendapatkan medali emas. Karena dari lima pertandingan hampir semuanya rubber game yang bisa saja membuat Jonatan perlahan kehilangan fokus atau bahkan terus menerus lemah fisik. Namun pertandingannya dengan Chou Tien Chen sudah diperkirakan Jonatan akan sedikit berbeda karena firasatnya merasakan tangan lawan yang sedikit dingin dan terlihat tegang. “Si Chou tadi kurang greget tapi tak menghilangkan aura bahwa dia tetap pemain unggul. Dia punya gaya spesial permainan yang bagus dan rapat,” puji Jonatan pada lawan mainnya.

Sumber : Instagram @jonathanchreistie

Terus Gigih Berjuang dan Pembuktian Diri dari Keterpurukan

“Arti kemenangan atas emas ini saya yakini adalah berkat dari Tuhan. Sebelum Asian Games, saya benar-benar merasa di bawah, sangat terpuruk. Sudah begitu banyak komentar negatif untuk saya. Terus menerus berusaha sampai saya heran sendiri kapan bisa berhasil. Namun sekarang setelah bisa lepas dan menjuarai laga ini, saya sangat bersukacita dan bisa membuktikan bahwa saya juga mampu meraihnya”, papar Jonatan saat jumpa pers.

Sepanjang karier bulu tangkisnya, Jonatan tak jarang dibully dan dikritik karena tak sekalipun dia meraih gelar juara di level turnamen superseries maupun grand prix. Satu-satunya gelar yang diperoleh adalah saat SEA Games 2017 di Malaysia. Jonatan mengakui untuk pertandingan apapun di perorangan / level single event seperti superseries maupun grandprix gold masih belum konsisten dan prestasinya belum sama unggulnya seperti atlet yang lain.

“Tapi kalau sekarang kita melihat bersama-sama Tuhan memberikan saya emas di Asian Games yang notabene diadakan empat tahun sekali dan tidak banyak orang mendapatkannya, itulah kemurahan Tuhan. Maksud saya ini memang sudah jalan Tuhan dan setiap orang berkatnya berbeda-beda. Mungkin untuk Anthony berkatnya jadi juara superseries duakali, tapi saya tidak mendapatkannya. Nah, itu jadi tantangan sendiri bagi saya supaya ke depannya juga meraih gelar superseries,” tandasnya.

Menjadi Sosok Atlet Berkelas yang Rendah Hati

Keberhasilan Jonatan Christie mendulang emas di Asian Games ini juga disambut sukacita oleh presenter olahraga Darius Sinathrya. Suami dari Donna Agnesia ini memposting foto Jonatan di instagramnya disertai ucapan kekagumannya pada atlet rendah hati yang sering disapa Jojo itu.

“Sekali lagi selamat buat @jonatanchristieofficial !! Emas ke-23 untuk Indonesia.
“Semua sudah selesai, turun dari podium saya sudah bukan juara lagi. Saya dan seluruh tim akan mulai dari awal lagi untuk kejuaraan berikutnya!!” Pernyataan dari Jojo!! Kelas!! Semangat selalu Jo!!! Berjuang terus untuk Indonesia!!!,” tulis Darius dalam instagramnya, Selasa (28/08/2018).

Ucapan kebanggaan dan kegembiraan juga dikirim dari penyanyi rohani Sari Simorangkir. “Terima kasih dan sungguh Indonesia bangga padamu @jonatanchristieofficial, teruskan perjuanganmu karena yang lebih baik masih ada di depan. Terima kasih juga tak terhingga kepada team pelatih @badminton.ina, yang sudah berjuang melatih Jojo. Hidup bulutangkis Indonesia !!!”, sebut Sari dalam instagramnya, Selasa (28/08/2018). [Dbs/MK]

 

Leave a Reply