Input your search keywords and press Enter.

SEMINAR NATAL BAGI GURU SEKOLAH MINGGU

Jakarta, BAHANA
Setiap tahun Natal dirayakan oleh umat Kristiani. Namun ironisnya, sering kali perayaan Natal dilakukan sekadar sebagai perayaan rutinitas semata. Tidak bisa dipungkiri tidak jarang perayaan Natal bagi pelayanan anak juga dilakukan hanya sebagai kegiatan akhir tahun, ramai-ramai, bergembira, menerima kue dan hadiah. Namun, bukan itu sebenarnya tujuan Natal. Jauh melebihi meriahnya acara, perlu bagi anak untuk memaknai Natal dengan landasan firman Tuhan. “Natal bukan sekadar menyanyi doang, ramerame, terus selesai. Natal adalah kesempatan bagi kita memberitakan Injil kepada anak-anak agar memaknai Natal melalui pemberitaan firman Tuhan, agar mereka memahami makna Nataldengan sesungguhnya,” ujar dr. Tanti Djatmiko.

Istri almarhum Peter Djatmiko yang juga pendiri yayasan Domba Kecil ini menambahkan bahwa Natal bukanlah rutinitas semata, tetapi justru harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelayan anak. Acara yang digelar Sabtu (19/10) di Plaza The Way, Jakarta Barat ini mengangkat tema “Imanuel” yang artinya Allah beserta kita.

Acara ini diisi dengan pementasan drama musikal, panggung boneka, cerita firman Tuhan dengan paduan alat peraga yang menarik melalui gambar-gambar yang dikreasikan dengan cerita Alkitab. Tujuannya agar guru atau pengajar yang hadir dapat dibekali lewat acara ini. Melalui acara ini para pengajar mampu menerapkannya dalam pelayanan anak di gerejanya. “Intinya, kami ingin membantu gereja dalam mengembangkan pelayanan, khususnya anak, supaya mereka dapat memahami firman Tuhan dengan benar,” ujar nenek dari dua cucu ini.

* Sumber majalah Bahana Desember 2013

Leave a Reply