Media Rohani Terlengkap & Terpercaya


Input your search keywords and press Enter.

Sahabat Orang Sakit Ambon Gelar Syukur Natal

Ambon, eBahana

(Catatan: Joanny F.M Pesulima- Jurnalis Freelance)

Sahabat Orang Sakit (SOS) Indonesia Timur, Ambon Maluku, gelar syukur Natal (19/12/18).

Syukuran yang diselenggarakan di Gedung Andreas Gereja Bethel Injil Sepenuh Jemaat Petra Tanah Tinggi Ambon, penuh kesederhanaan, yang dihadiri oleh sesepuh SOS ambon, anggota SOS, pasien dan keluarga.

Ketua Koordinator acara Natal, Adi Tatipata kepada eBahana menjelaskan kalau kali ini SOS Ambon melaksanakan syukur Natal dalam kesederhanaan, di bawah sorotan tema ‘Melayani dengan kasih Kristus’ yang diangkat dari motto SOS. “Dalam Natal ini, berkumpul pasien-pasien yang dilayani oleh SOS, bersama keluarga dan anggota SOS, mensyukuri kelahiran Yesus Kristus, sekaligus menutup akhir tahun 2018,” jelasnya.

Sementara itu, ketua SOS Ambon, Pdt.Novy Uneputty dalam sambutannya menghimbau semua orang yang hadir saat itu,  bagaimana menjadikan orang sakit dan orang yang membutuhkan uluran tangan kita sebagai sahabat, dengan begitu, kita sudah melayani Tuhan Yesus Kristus.

Pdt Flora Patty, dalam khotbahnya yang dikutip dari Lukas 10:25-37 mengatakan bahwa orang Kristen tahu ada firman Tuhan tapi untuk menerapkan dalam kehidupan hari-hari, apakah sudah dilakukan, dan bukan ucapan belaka, soal hati bukan penonjolan, menghayati orang lain dengan tindakan yang nyata, di mana orang sekitar adalah sesama, di dalam keluarga adalah sesama. ”Tuhan Yesus tidak pernah menghakimi orang, ada saatnya penghakiman sebagaimana tertulis dalam firman yang dibawakan saat itu, terdapat tiga tokoh yakni seorang imam, orang lewi dan orang samaria, namun yang melakukan pelayanan Yesus adalah seorang Samaria, bila disinkronkan dengan pelayanan SOS, di sini terlihat kalau Yesus ingin pelayanan SOS adalah pelayanan yang dilakukan berdasarkan hati,” jelas Patty.

Ditambahkan, pasti ada perhitungan yang luar biasa dari apa yang kita lakukan untuk Tuhan Yesus lewat pelayanan di SOS. Patty mencontohkan bagaimana seorang Samaria membawa orang sakit itu, menolongnya dengan hati yang penuh belas kasihan, dan berjanji saat dia memberikan dua dinar sebagai jaminan, kalau ada kekurangan dari dua dinar, sekembalinya dia akan menggantikannya. Pengorbanaan ini akan dilipatgandakan melebihi dari yang sudah diberikan, ini menggambarkan kasih Kristus,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, Yesus melihat secara keseluruhan,supaya tubuh,jiwa dan roh mengalami perubahan,tugas kita melayani, walau kita kecil, beruban putih, punya pergumulan, kita berharga di mata Tuhan, kita hidup untuk sesama kita, dan Yesus sanggup merubah, memulihkan seperti orang Samaria, dan mengakhiri tahun 2018, ada banyak persoalan, namun Yesus memberikan jaminan, pertolongannya tidak hambar, tepat pada waktunya.

Acara syukur natal ini turut dimeriahkan oleh Karmel Choir dan Orkes Suling Bambu Keyboar dari Jemaat GPM Soya. (JFMP)

Leave a Reply