Input your search keywords and press Enter.

Peluncuran Gedung Menara Doa Kota (MDK) Yogyakarta

Yogyakarta, eBahana

Setelah sekian tahun lamanya berpindah-pindah tempat, akhirnya kini MDK Jl. A.M Sangaji menjadi tempat baru untuk setiap umat Kristen berdoa.

Pada 12 September 2018 para hamba Tuhan, aktivis, dan pendoa yang hadir dipenuhi rasa haru dan suka cita yang mendalam. Tidak sedikit dari peserta yang hadir merasa tidak percaya dengan keberadaan MDK. Mereka merasa ini seperti mimpi.

Dalam sambutannya, mewakili Jaringan Doa Nasional, J.H. Gondowijoyo mengungkapkan pentingnya doa bagi gereja, bangsa dan negara. “Tingginya tingkat permasalahan sosial di Yogyakarta, seperti seks bebas, narkoba, dan kegiatan amoral lainnya sesungguhnya menjadi tanggung jawab gereja. Saya berharap, lewat menara doa ini, akan terjadi perubahan bagi kota Yogyakarta karena tanpa kegerakan doa tidak mungkin akan ada perubahan,” ungkapnya.Lembih lanjut Gondowijoyo juga berharap MDK dapat berjalan secara berkelanjutan “Jangan sampai MDK hanya berjalan sampe 2 tahun dan setelah itu behenti. Oleh karena itu, rencana Lantai 1 akan dipakai sebagai cafe, Lantai 2 untuk kegiatan belajar, dan Lantai 2 untuk kegiatan doa selama 24 jam.”

Mewakili donatur, Lily Sucipto mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa dipercaya dan dilibatkan dalam mewujudkan MDK Yogyakarta. “Saya bersyukur dan berharap melalui tempat ini akan lahir tiga generasi pendoa sehingga mampu memberikan dampak yang luar biasa.”

Pada kesempatan tersebut, perwakilan mentor MDK Yogyakarta, Pdt. Kornelius Setiawan mengungkapkan bahwa seharusnya doa dibarengi dengan misi. “Berdoa itu tidak hanya dengan roh saja, tetapi juga harus dengan akal budi. Jika gereja hanya berkutat pada urusan gereja dengan memperbanyak jemaat, transformasi tidak akan pernah terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, gereja harus memiliki misi dengan pemuridan agar transformasi terjadi di Indonesia,” ungkapnya. Naf

 

Leave a Reply